Bagaimana Memberi Bobot dalam AHP
Jika kita berbicara tentang AHP, maka kita pasti berhadapan dengan masalah pembobotan. Pembobotan merupakan pemberian nilai terhadap kriteria-kriteria dari tujuan yang ingin kita capai. Pembobotan dilakukan dengan membandingkan dua kriteria dan diberi nilai nilai 1-9, dimana 1 menunjukkan tingkat kepentingan yang sama dan 9 menunjukkan tingkat kepentingan yang ekstrim. Perbandingan seperti ini disebut pairwise comparison. Kemudian dari semua perbandingan yang telah dilakukan diperoleh nilai untuk setiap alternatif yang ada.
Pada pembobotan inilah bisa terjadi ketidakkonsistensian yang telah dibahas pada tulisan sebelumnnya sehingga kita juga harus memperhitungkan nilai konsistensi dari perbandingan yang dilakukan. Sebagai contoh, jika seseorang lebih menyukai apel dibandingkan pisang dan lebih menyukai pisang daripada jeruk. Maka secara logika harusnya orang tersebut lebih suka apel daripada jeruk. Perhitungan-perhitungan ini menggunakan prinsip-prinsip dalam aljabar linea, khususnya mengenai matriks.
Keputusan Kualitatif? Valid ga ya???
Jika kita membicarakan masalah pengambilan keputusan yang bersifat kuantitatif, tidak akan sulit untuk mencari pilihan terbaik. Namun, ketika berhadapan dengan keputusan kualitatif, maka keputusan yang diambil bisa terganggu oleh perasaan yang sifatnya relatif. Bagaimana menghadapi persoalan tersebut?
Salah satu contoh pengambilan keputusan yang bersifat kualitatif adalah pengambilan keputusan seorang dokter yang menangani masalah dialisis (gagal ginjal). Ternyata pengambilan keputusan seorang dokter bisa berbeda-beda untuk hal yang sama. Ada sebagian dokter yang sangat tegas, namun adapula yang kurang berani dalam mengambil keputusan. Selain itu, keputusan juga bisa dipengaruhi oleh pihak luar seperti keluarga dan pihak medis lainnya.
Prof. Saaty, yang membuat metode AHP, menjawab masalah tersebut dengan memberikan nilai konsistensi dari pembobotan yang dilakukan. Jika nilai konsistensi tersebut kurang dari 10%, maka ketidakkonsistensian tersebut masih bisa diterima.
Analytical Hierarchy Process (AHP)
AHP ini merupakan salah satu metode yang bisa digunakan untuk membuat keputusan dengan berbagai kriteria dan menyusunnya menjadi sebuah hirarki. Prinsip kerja AHP adalah menyederhanakan masalah komplek yang tidak terstruktur, strategik dan dinamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata variabel dalam suatu hirarki (tingkatan). Kemudian tingkat kepentingan tingkat variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti pentingnya secara relatif dibandingkan dengan variabel lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tertinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut.
Langkah-langkah dalam menggunakan AHP adalah sebagai berikut:
-
Memecah masalah menjadi kriteria dan sub kriteria.
-
Memberi bobot pada setiap kriteria
-
Membandingkan semua alternatif yang ada berdasarkan kriteria
-
Memilih alternatif yang paling tepat
Membuat Keputusan? Gampang-gampang susah!
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita akan selalu dihadapkan dengan pilhan-pilihan dan keputusan. Terkadang keputusan yang kita ambil benar namun seringkali juga salah! Berkaitan dengan masalah tersebut, ada sebuah ilmu yang disebut Teori Keputusan atau Decision Support System. Ilmu ini mempelajari bagaimana membuat suatu keputusan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Dalam sebuah jurnal berjudul The Choice of Housing Location, dijelaskan bagaimana seseorang memilih lokasi rumah. Disana disebutkan ada dua kriteria utama dalam memilih rumah, yaitu lingkungan sosial dan kecenderungan orang memilih daerah yang dekat dengan daerah asalnya. Lingkungan sosial juga terdiri dari berbagai kriteria seperti pendidikan, kesehatan, tingkat pengangguran, keamanan, dan sebagainya.Dalam menghadapi situasi seperti itulah bisa diterapkan teori keputusan seperti menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process).
-
Arsip
- Juni 2008 (2)
- April 2008 (11)
- Maret 2008 (7)
- Februari 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
